Mengaplikasikan Mata Kuliah Bunpo dengan metode
Audio Lingual dan metode Terjemahan Tata Bahasa
Metode
audio lingual dan metode terjemahan merupakan metode yang diaplikaikan pada
mata kuliah bunpo . Metode audio lingual menggunakan pendekatan oral approach,ciri
khas dari oral approach adalah meniru dan menggingat. Metode audio lingual
berorientasi pada hasil analisis struktur bahasa dan perbandingan antara bahasa
ibu dan bahasa asing yang dipelajarinya. Sedangkan metode terjemahan merupakan
metode yang digunakan untuk menerjemahkan bahasa asing yang dipelajari
pembelajar kedalam bahasa ibunya sehingga pembelajar mengetahui artinya .
Pada mata kuliah bunpo menggunakan dua
metode ini :
Audio lingual
v
Pengulangan
Dengan media
gambar dosen memperkenalkan kosakata baru kemudian ditirukan oleh mahasiswanya
,dengan menggunakan gambar tentu mahasiswa akan mengetahui arti dari kosakata
baru yangdipelajari tersebut. dilakukan beberapa kali pengulangan agar hafal
dan intonasi sesuai bahasa aslinya. Pengulangan biasanya dilakukan saat masuk
bab baru untuk memperkenalkan kosakata .
v
Penggantian
Pada penggantian
,ada beberapa latian di buku panduan yang digunakan seperti Minna No Nihongo
ada beberapa latian penggantian .
v
Perluasaan
Perluasan disini
adalah mengembangkan dari sebuah kata menjadi suatu kalimat dengan pola yang
sedang dipelajari , seperti pada latian di buku Minna No Nihongo ada banyak
latian perluasan yang digunakan untuk mengembangkan kosakata menjadi kalimat
sesuai pola yang sedang dipelajari .
Ada cara perluasaan
lain yaitu dosen memberi satu klu kata kemudian siswa mengembangkan kata
tersebut sesuai pola yangsedang dipelajari.
v
Pengubahan
Pada pengubahan
biasanya dosen memberi kalimat yang berbeda waktunya sehingga kita mengubah
pola kalimat itu sesuai waktunya. Namun masih banyak lagi latian pengubahan
yang dilakukan oleh dosen seperti yang tertera dalam buku panduan maupun
inisiatif dosen sendiri.
v
Tanya
jawab
Pada akhirnya
bab setelah selesai bab , biasanya dosen memberikan latian tanya jawab antar
individu maupun antar kelompok tentang pola yang telah dipelajari barusan .
Metode
terjemahan tata bahasa digunakan pada saat pengajaran pola kalimat,dengan
menggunakan metode ini akan lebih mudah untuk mengetahui pola tersebut. pada
pola ini juga diajarkan dari pola mudah ke pola paling gampang sehingga
pengetahuannya bertahap .
Pada metode
terjemahan difokuskan pada pembelajar bahasa tertulis sehingga cocok untuk
diaplikasikan pada mata kuliah bunpo yang mengajarkan pelajaran tertulis dan
tata bahasa.
Dengan penerapan
kedua metode dalam pelajaran bunpo dirasakan akan lebih mudah dalam memahami
pelajaran , dengan langkah awal menerjemahkan dan melakukan drill dengan metode
audio lingual .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar